situs | catatan | refleksi | autobiografi | OTentik

Selasa, 10 Maret 2015

MENCOBA MENULIS KEMBALI

Sembari meminum teh tawar yang  terasa mulai dingin dan hambar, mata ini masih saja terpaku  ke sebuah layar netbook yang tak tahu mau diapakan lagi olehku. Sudah 2 jam lebih ms office kubuka tapi otak ini masih saja kaku untuk membuat deretan alfanumerik terjamah tanganku. mungkin sejak aktivitas kuliah kutanggalkan setahun yang lalu, tak ada lagi hal – hal yang biasa kuketik di aplikasi kantoran ini. Ditambah aktivitas sosial media menurun membuat jari jemariku kaku untuk menulis sesuatu.  Dari penyuka active writer menjadi good listerner . Ya , aku terlalu banyak menyimak akhir – akhir ini. Koran, majalah, berita online, blog, youtube, kaskus, novel, timeline facebook, twitter, dan email. Tanpa sadar semua itu membuatku lupa akan sesuatu. Siapa aku sebenarnya?

Sumber :http://incidentalcomics.tumblr.com/

Yappp seseorang yang masih mencari jati dirinya. Seseorang yang dulunya menemukan dirinya dalam catatan - catatan ketika pagi membangunkannya, bercengkrama sendiri di perpustakaan saat siang seusai jam pelajaran, lalu sore menemaninya jalan – jalan melihat senja, hingga purnama dan bintang menjadi teman tidurnya di malam hari. Sebuah masa dimana setiap bagian hidup menjadi  bermakna untuk dijalani. karena dulu buku dan pena selalu  menemaiku berpetulang. Menulis hal – hal baru yang kutemui dari hal – hal kecil yang terjadi menjadi bait – bait puisi, narasi, cerpen, atau diary yang tak sempat lagi kulakukan saat ini. kadang ada yang bertanya, Sibuk apa sekarang edi? Kuliah masih?

Sumber :http://incidentalcomics.tumblr.com/


Sibuk merenung mungkin, sampai lupa diri, lupa waktu dan umur mungkin,hehe..


Tak jadi soal asal sekarang karena sekarang kumulai menata hidup kembali. Dari benang kusut perjalanan hidup yang tak menemukan bentuk kini akan kujadikan pola yang berbeda dari kemarin.

dan Kesimpulannya..

Bagiku sebuah perjalanan hidup adalah sebuah lembaran putih yang harus dicoret – coret dengan sebuah pena. Tak peduli warna tintanya  hitam, merah, ataupun biru semua  akan berkesan jika kita menjalani prosesnya. Seperti perenungan atas segala sesuatu yang telah berlalu atau yang sedang kita jalani sekarang. sesuatu tidak bisa merubah  apapun jika hanya  dibenak  dan diawang – awang saja. setelah mendiamkan diri terlalu lama dalam sebuah fase hidup “tenggelam”, mungkin untuk merubah alur cerita hidupku yang stagnan ini perlu kupaksa lagi jari jemari ini bekerja lagi. Dan akhirnya kuputuskan mulai hari ini secara resmi untuk MENCOBA MENULIS KEMBALI ^_^.

Entri Populer

Statistik Pengunjung

Blog Circle

Kategori

Admin

Diberdayakan oleh Blogger.